tempat wisata jakarta barat

Tempat Wisata Jakarta Barat Paling Menarik

Posted on

Tempat Wisata Jakarta Barat – Kota padat penduduk ini terbagi menjadi 8 kecamatan dengan jumlah penduduk 2.260.341 jiwa. Pada masa tahun 90 an, kota ini sangat kumuh dengan langganan banjir tahunan, namun kini sudah dirancang menjadi kota modern dengan pusat bisnis. Belasan mall megah berdiri, khususnya di kecamatan Kembangan.

Pertanyaannya adalah, dengan banyaknya penduduk dan pusat perbelanjaan serta pendidikan, apakah ada tempat wisata Jakarta Barat yang menjadi daya tarik wisatawan?

 

4 Tempat Wisata Jakarta Barat Terbaik

Travicana mencoba menelusuri kawasan Jakarta Barat, dan setidaknya ada 11 obyek wisata yang dikenal penduduk sekitar, namun kami menilai hanya 4 saja yang layak masuk rating terbaik sebagai obyek wisata di Jakarta Barat.

 

1. Museum Fatahillah

Rating Travicana (4,2 Star)

Bangunan tua bekas balaikota Batavia ini menjadi saksi bisu sejarah perkembangan Jakarta saat ini. Museum terbesar ibokota ini terletak di Jakarta Barat, tepatnya di Jalan Taman Fatahillah no 1. Museum ini mulai dibangun pada tahun 1620 di areal seluas 1,3 hektar dan mulai digunakan sejak 1626, bangunan ini terdiri dari kantor pusat pemerintahan, pengadilan, sekaligus penjara bawah tanah yang digunakan oleh Belanda.

tempat wisata jakarta barat

Di Museum Sejarah Jakarta ini, Anda dapat melakukan kilas balik terbentuknya Jakarta kini, dengan melihat peninggalan-peninggalan sejarah seperti prasasti, mebel antik, dan budaya betawi. Kini di Museum Fatahillah sudah diselenggarakan tour wisata dengan minimal peserta 20 orang, yang beragendakan perjalanan malam Fatahillah, pentas seni, nonton bareng film jadul, wisata kampung tua, workshop sketsa gedung tua, dan kunjungan ala tentara.

Harga tiket masuk Museum Fatahillah sangat murah yakni 2 ribu untuk anak, 3 ribu untuk mahasiswa dan 5 ribu untuk orang dewasa. Agar lebih murah lagi, maka kunjungannya harus dilakukan rombongan, akan mendapat potongan 30% menjadi Rp. 3.750 per orang dewasa. Dan untuk lansia yang memiliki KTP seumur hidup tidak dipungut biaya tiket alias gratis.

 

2. Glodok China Town

Rating Travicana (4,1 Star)

Tidak perlu jauh-jauh ke China untuk melihat aktivitas masyarakat Tionghoa, cukup datang saja ke Pecinan Glodok atau Glodok China Town. Kawasan ini penuh dengan bangunan tua ala China berdiri sejak jaman penjajahan Belanda.

obyek wisata jakarta barat

Anda dapat berwisata kuliner sekaligus berbelanja barang elektronik murah disini. Tempat wisata Jakarta Barat ini selalu padat karena sebagai pusat perbelanjaan segala kebutuhan rumah tangga, alat-alat elektronik hingga perhiasan. Kebanyakan pedagangnya adalah warga Indonesia keturunan China.

 

3. Museum Bank Indonesia

Rating Travicana (4 Star)

Ini adalah museum terbaik yang ada di Jakarta karena dikelola dengan sangat baik dan modern. Tatanan rapi dengan pencahayaan sempurna, ruangan ber ac, serta manajemen yang sangat baik dalam pengelolaannya menjadikan museum ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Pada tahun 2015 pengunjung tercatat mencapai 240 ribu orang, termasuk wisatawan mancanegara.

tempat wisata di Jakarta Barat

Harga tiket masuk Museum Bank Indonesia hanya 5 ribu rupiah saja per orang, dan untuk anak-anak dibawah 3 tahun tidak dipungut biaya. Obyek wisata Jakarta Barat ini sangat baik untuk menambah wawasan pada anak tentang perbankan, dengan berbagai koleksi uang yang pernah di cetak oleh Bank Indonesia sejak Indonesia berdiri.

 

4. Kota Tua Jakarta (Batavia Lama)

Rating Travicana (3,7 Star)

Inilah kota kecil awal sejarah Jakarta yang dimulai pada abad ke 16. Pada kawasan seluas 1300 meter persegi ini terdapat berbagai bangunan tua seperti gedung arsip, gedung Chandranaya, Tugu Jam Kota Tua, dan sebagian lainnya telah sudah dihancurkan dengan alasan tertentu seperti Benteng Batavia, Gerbang Amsterdam, dan Jalur Trem Batavia.

wisata sejarah Jakarta

Warisan kolonial yang dahulu adalah pusat pemerintah VOC ini tidak terawat dan terbengkalai begitu saja, meski pemerintah Ibu Kota telah melakukan berbagai upaya untuk melestarikannya namun belum begitu maksimal. Baru pada tahun 1942 ketika pendudukan Jepang, berubahlah namanya menjadi Jakarta yang kita kenal saat ini.